Monday, April 23, 2012

Nuklir Bukan Musuh Dunia Cinta Damai

KTT Keamanan Nuklir di Seoul membicarakan masalah nuklir yang katanya dapat membahayakan dunia. Persepsi dan sudut pandang dengan mengatas namakan terorisme menjadi hal utama terhadap pemanfaatan nuklir untuk kepentingan umat manusia.

Nuklir bukan merupakan bahaya tingkat tinggi jika digunakan untuk kepentingan damai, hal tersebut justru membawa manfaat untuk kehidupan manusia. Nuklir dapat diibaratkan seperti pisau dapur, akan membawa manfaat untuk ibu-ibu di dapur karena sebagai alat mengiris sayur-sayuran, daging, ikan dan berbagai macam bumbu dapur yang dipergunakan untuk membuat resep masakan lezat bagi anggota keluarga tercinta. Namun, pisau dapur juga dapat menjadi alat pembunuh apabila dipergunakan oleh perampok untuk melancarkan aksi perampokannya, sehingga apabila perampok melihat orang membawa pisau maka dalam pikirannya adalah orang tersebut akan melakukan pembunuhan dengan pisau dapur. Sebuah pemikiran yang salah karena terkontaminasi oleh halusinasi perilaku buruk yang dijalani oleh perampok.

Masalah nuklir di iran menjadi sebuah isu hangat dunia saat ini, dimana negara yang ketakutan akan program nuklir iran tersebut adalah negara yang merasa bahwa nuklir tersebut akan digunakan untuk kejahatan seperti yang dilakukannya. Sama seperti ilustrasi di atas antara ibu-ibu dan perampok dalam pemanfaatan pisau dapur.

Dalam KTT Nuklir tersebut Obama seorang Presiden Amerika Serikat berkata “Masih terlalu banyak orang-orang jahat dan material nuklir tetap rentan di banyak tempat,” (dikutip dari republika.co.id). Menjadi pertanyaan utama adalah Obama mengetahui material nuklir ada dibanyak tempat? Di negara mana saja? Jadi bukan cuma di Iran kan?

Jika melihat lebih jauh terhadap perkembangan nuklir sebenarnya masalah ketakutan nuklir adalah ketakutan politis, bukan masalah manfaat dari nuklir itu sendiri, sebagaimana kasus penghancuran negara irak yang diklaim mempunyai senjata pemusnah massal.

Melihat permasalahan nuklir jangan pernah mempergunakan kacamata kuda, karena pasti tidak akan pernah jelas. Bagaimana mungkin ada sebuah negara boleh memiliki nuklir dan bom atom sedangkan negara yang lain tidak boleh? Sedangkan setiap negara memiliki hak yang sama untuk mengembangkan sesuatu yang bermanfaat untuk negara dan masyarakatnya? Jadi siapa yang menjadi terorisme nuklir in the world?

0 comments: