Wednesday, August 12, 2009

ENKRIPSI CRYPTOGRAPHY

Cryptography telah lama berkembang sejak orang menginginkan informasi terkirim tidak dapat ‘dibaca’ oleh pihak tidak berkepentingan.
Cryptography memiliki dua mekanisme yaitu pivat key (kunci privat) atau public key (kunci public).
DES (data encryption standard) digunakan oleh Kerberos menggunakan sistem privat key sedangkan RSA menerapkan sistem public key.
Ron Rivest yang merupakan salah satu dari kontributor RSA (Rivest Shamir Addleman) kemudian membuat MD4 (message digest function # 4) yang dipergunakan oleh S/Key-nya TIS-FWTK. Penggabungan dari kedua metode ini kemudian menghasilkan PGP (Pretty Good Privacy).
Dengan enkripsi, informasi yang dikirim melewati jaringan ke suatu jaringan lainnya yang memiliki keamanan meragukan seperti internet akan relatif lebih terjamin.
Enkripsi antar jaringan menyebabkan seorang ‘pembobol’ harus berusaha lebih keras untuk memperoleh informasi yang diharapkan.

Ada beberapa level untuk penerapan enkripsi, yaitu:
Level aplikasi
Pada level ini mensyaratkan penggunaan perangkat lunak client-server.
Level data-link
Enkripsi data-link hanya berlaku untuk hubungan titik ke titik, seperti nkripsi pada modem telepon
Level jaringan.
Enkripsi level jaringan (network layer) diterapkan pada router atau peralatan lain yang bersebelahan dengan jaringan dikedua sisi.

Namun untuk masa sekarang ini, teknologi VLAN (Virtual Local Area Networks) diperkirakan menjadi pilihan utama untuk intranet (enterprisewide) karena enkripsi keamanan data pada level jaringan telah menjadi begitu penting.

0 comments: